Ketetapan
usai kehabisan energi menulis tugas esai (yg juga tdk maksimal!!!), akhirnya terlelap dlm buaian mimpi. bangun2 kayaknya kok smuanya jadi lebih ringan…:-)
browsing2, eh dapet beberapa puisi yg aku buat dulu. selalu tersimpan kenangan disitu. ada juga yg tentang pergolakan pemikiran. ah, ingatan jadi mengembara.
puisi ini lebih condong pada pergolakan pemikiran. mencoba memekatkan komitmen, meneropong masa lalu (praise to Pram!!), menggali semangatnya Chairil Anwar & Rendra, terinspirasi dr Saksi Mata-nya Seno Gumiro, dan (tentu saja) buah dr renungan.
aku upload disini biar gak ilang & bisa aku baca dimanapun (thanks to the information technology). kalo ada yg mau baca juga silahkan, tapi tau sendiri namanya juga baru belajar..hehehe
Ketetapan
Tlah kutorehkan harapan
Dalam suramnya kelam dan gelapnya malam
Para durjana tlah mencuri kejernihan
Yang tersisa gemeletuk gigi, kutuk dan sumpah serapah
Sebuah bangsa yang terluka
Pekatnya petaka terkadang membuat jerih
Tersuruk di kegelapan membuat batin menjerit
Mengapa lorong ini seakan tak ada ujung
Apakah kutuk tlah Kau lantangkan ?
Tak terbilang kuhitung waktu
Masa silam aku tengok
Aduh, perih benar
Mengapa seakan tiada berhenti ?!
Aku melihat air mata darah mengucur
Ia terus mengucur
Oh Tuhan. !! Ia tlah membasahi kakiku
Banjir air mata darah !!
Banjir air mata darah !!!!
Apakah benar laknat tlah Kau semburkan ?!
Lalu apa arti keberadaan kami ?
Seberapa jauh bisa melawan kenyataan kehidupan ?
Benarkah hidup hanya menunda kekalahan ?
Rasanya aku tak peduli
Hidup bukan persoalan menang kalah
Hidup adalah perjuangan memburu makna
Hidup adalah mencuri
Menghembuskan napas harapan
Memberi ruang pada kejernihan
Sebelum waktu merenggut
Dini hari, 28 Des’ 02
Dalam malam yang gelisah