Archive for August, 2006

Me and You and Everyone We Know

Sunday, August 6th, 2006

semalam aku liat film "Me and You and Everyone We Know", sebuah film yg sangat puitik yg digarap begitu apik. sebuah film tentang fragilitas manusia, tentang eksistensi, tentang kehampaan, tentang kesepian, tentang pencarian, tentang obsesi manusia biasa, tentang eksploritas seksual remaja yg sedang mencari, tentang rutinitas, tentang gejolak, tentang kegetiran, dll. pada intinya, sebuah kejujuran tentang perjalanan manusia-manusia biasa dlm perjalanan hidup pada dunia kontemporer ini, dan mencoba apa adanya. aku tdk heran, setelah aku liat di internet, film ini banyak mendapat penghargaan dr festival2 film internasional yg sangat prestisius & bermutu, macam cannes atau sundance. 

sesuai judulnya "Aku dan Kamu dan Semua Orang yang Kita tahu", film ini mencoba menceritakan tentang kita semua. nonton film ini sebenarnya seperti  kita melihat diri kita sendiri. usai nonton, bacaan2ku tentang eksistensialisme langsung berhamburan di
benakku: Sartre, Kierkegaard, Jaspers, tapi dlm hal ini memang
Nietczhe mesti dikesampingkan (terutama tentang "manusia super").
film ini mencoba fokus, mencoba memperlihatkan visi manusia pada masanya tentang (katakanlah) "hidup" secara otentik. visi seorang anak kecil, remaja, orang dewasa & orang tua. meski banyak subyek yg diceritakan film ini sangat fokus dg pesan yg ingin disampaikan. ini jauh berbeda dg "Pasir Berbisik", sebuah film yg sebenarnya bermutu tapi krn terlalu banyak pesan yg ingin disampaikan jadinya tidak fokus & seperti "kehilangan arah".   

profesionalisme Pathe (nama gedung bioskop di Belanda), juga terlihat. awal film dibuka, tdk ada iklan ataupun ekstra film (hal ini tdk biasanya).  kita langsung disuguhkan dg menu utama, film tentang kehidupan yg terasa datar dg musik yg ritmenya juga tdk bergejolak. iklan & ekstra film dihilangkan agar tdk  merusak  suasana  yg  pengen diceritakan.

film "Me and You and Everyone We Know" sbenarnya film kedua yg aku liat setelah nonton "Just My Luck" (tentang "american dream" yg menurutku tdk bermutu, hanya utk hiburan "konyol2an" saja namun aku tdk mau terpengaruh). dan memang, nonton film ini sbenarnya tujuanku "membunuh waktu & perasaan tiba2 sepi" di negeri orang ini, bersama Kang Joko (yg jauh2 dr Amstedam) memanfaatkan kartu nonton "gratis". untung aku dapet film yg bagus..:-) makanya, liat "Me and You and Everyone We Know"…hehehe (promosi) habis nonton mungkin langsung tdk ngerti tentang apa film itu, tapi kalo mau merenungkan sedikiiiit aja setelah nonton, maknanya dalam bo…..:-)

Temaram Senjakala

Thursday, August 3rd, 2006

kekejaman perang di Libanon membuatku bergidik, puisi yg aku buat waktu  perang Irak menjadi relevan kembali. aku membenci perang. perang adalah cara primitif manusia dalam menyelesaikan persoalan, yaitu dengan kekerasan. membunuh atau dibunuh..:-(

Temaram Senjakala

 

temaram senjakala
muramnya peradaban
dikoyak kebencian
dirobek perang

api, darah dan air mata

jerit tangis percuma
kedengkian berkobar
amis darah tlah dilaburkan

kebiadaban atas berhala identitas
kekejaman akibat kepentingan

manusiakah itu?

setan menggelinjang kenikmatan
iblis mereguk orgasme
laknat! laknat!! laknat!!!
oh dimanakah Tuhan?

aduh, apa perlunya kau tanyakan?

21 april’03