Temaram Senjakala

kekejaman perang di Libanon membuatku bergidik, puisi yg aku buat waktu  perang Irak menjadi relevan kembali. aku membenci perang. perang adalah cara primitif manusia dalam menyelesaikan persoalan, yaitu dengan kekerasan. membunuh atau dibunuh..:-(

Temaram Senjakala

 

temaram senjakala
muramnya peradaban
dikoyak kebencian
dirobek perang

api, darah dan air mata

jerit tangis percuma
kedengkian berkobar
amis darah tlah dilaburkan

kebiadaban atas berhala identitas
kekejaman akibat kepentingan

manusiakah itu?

setan menggelinjang kenikmatan
iblis mereguk orgasme
laknat! laknat!! laknat!!!
oh dimanakah Tuhan?

aduh, apa perlunya kau tanyakan?

21 april’03

One Response to “Temaram Senjakala”

  1. A- Never Full Says:

    Karena hanya dengan damai manusia bisa menjadi manusia

Leave a Reply