Cinta saja tidak cukup

bagi yg akan ataupun sedang menjalin hubungan "khusus"  (entah  lama  atau baru, bahkan suami-istri), film "The Break-Up" ini bagus banget utk  ditonton. benar ulasan detikHot, cinta saja memang tdk cukup. film ini memberi  banyak pelajaran dlm menghargai pasangan, mencoba saling memahami karakter & bersikap lebih (katakanlah) dewasa dlm menyikapi perbedaan pandangan agar tdk terjadi hal2 yg tdk diinginkan.

soal yg "sepele", membeli 3 jeruk  (padahal yg diminta 12) akhirnya membuka selimut ketidakpuasan yg tersembunyi (tdk merasa dihargai) & memunculkan "perang" yg tak berkesudahan meskipun pasangan itu benar2 saling cinta. bahasa & sudut pandang yg kadang berbeda antara cowok & cewek lalu diperlihatkan dg agak konyol & dramatis . cinta saja & merasa diri banyak berkorban tapi merasa tdk dihargai, pasti sangatlah meletihkan. padahal, pasangan tdk bermaksud seperti itu.

kepekaan & perlunya mencoba memahami sudut pandang pasangan, inilah (menurutku) pesan yg ingin disampaikan dlm film ini. pokoknya yg jelas nonton film ini akan terhibur & dapet insights banyak deh, dijamin….hehehehe

http://www.detikhot.com/index.php/tainment.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/23/time/132754/idnews/660265/idkanal/218
http://www.thebreakupmovie.net/

The Break-Up : Tinggal Serumah, Cinta Saja Tak Cukup

Cinta saja tak cukup untuk membuat dua manusia dapat bertahan hidup satu atap. Beda kebiasaan dan beda selera, bisa jadi perang dunia.

Brooke (Jennifer Aniston) dan Gary (Vince Vaughn). Di awal film dikisahkan awal pertemuan mereka secara singkat.

Puluhan rekaman berbagai momen istimewa mengajak penonton ikut merasakan bagaimana berbunga-bunganya mereka berdua. Mereka saling jatuh cinta. Saling tergila-gila!

Mulusnya perjalanan cinta Brooke dan Gary yang telah tinggal bersama terganggu kerikil-kerikil perbedaan. Brooke yang bekerja di sebuah galeri seni sangat mengagung-agungkan estetika. Sedang Gary, ia bahkan tak peduli dengan kerapihan.

Suatu malam, pertengkaran hebat terjadi. Pemicunya sepele. Gara-gara Gary enggan membantu membersihkan piring kotor.

Perang mulut terjadi. Tak hanya soal piring kotor yang dibahas, tapi hal-hal lain yang selama ini hanya ditumpuk dalam hati. Mulai dari kekesalan Brooke karena Gary hanya membawakan 3 dari 12 buah lemon yang dipesan, tak mau menemani menonton pertunjukan balet, sampai Gary yang dongkol lantaran kerap diomeli Brooke soal urusan baju kotor.

Nada suara kian meninggi. Cinta tak mampu membuat Brooke atau Gary menahan diri. Mereka tak ada yang mau mengalah. Pertengkaran akhirnya berhenti saat Brooke mengatakan dirinya sudah letih. Bukan secara fisik, tapi perasaan. Kata putus pun terucap. Kondominium yang ditempati bersama pun diputuskan untuk dijual.

Selama kondominium masih dalam status "ditawarkan", hari-hari Brooke dan Gary diisi agenda saling menyakiti hati satu sama lain. Brooke ingin membuat Gary cemburu dengan mengencani beberapa pria. Gary juga tak mau kalah. Ia menggelar pesta yang dihadiri perempuan-perempuan seksi.

Sampai tiba saatnya, kondominium resmi terjual. Dalam waktu dua minggu, mereka harus meninggalkan tempat tersebut. Tempat yang penuh memori, penuh kisah manis.

Brooke dan Gary akhirnya sama-sama menyadari kalau mereka masih mencintai satu sama lain. Di suatu malam, Gary mempersiapkan makan malam kejutan. Ia menghias meja dengan sangat cantik.

Brooke tersentuh. Terlebih saat Gary mengajak Brooke untuk kembali merajut pita-pita cinta yang sempat terputus. Akankah Brooke menerima ajakan Gary? (ine/)

4 Responses to “Cinta saja tidak cukup”

  1. A- Never Full Says:

    Lho…pindah kerjaan to Mas Budi hehehe…resensi film sekarang …

  2. qq Says:

    Nonton film ini bikin Qq tegang sendiri .. hihihi. Capek juga ternyata nontonin 2 orang yang bertengkar mulu dgn nada suara tinggi dan saling nyakitin satu sama laen. Tapi ya lumayan juga seh pesan moralnya :)

  3. bayuni Says:

    there is a good book: men are from mars and women are from venus. it explains why men and women have different way to see what is love

  4. dini Says:

    Di awal adegan, ini kenapa sih film isinya marah2 melulu. Jadi pengin ikut ngamuk2 hehe
    anyway filmnya bagus even akhirnya ga kembali menjalin hubungan, i think pas ending penonton tuh bikin skenario sendiri2. enaknya gimana yak ? mungkin cerita ketika cinta menemukan jalannya kembali, akan ada film Break Up 2 :D

Leave a Reply