Kemiskinan yg menampar kita

Hari ini aku kerja naik KRL. Turun Stasiun Gondangdia karena keretanya tdk berhenti di Cikini, balik lagi ke Cikini dari Gondangdia setelah menunggu cukup lama.  Aku pengen tancep gas kerja, makanya mikir2 perlu makan dulu isi "bensin". Ada somay yg cukup dikenal di Stasiun Cikini. Ah, makan somay ah pikirku….

Somay campur langsung masuk dan mengganjal perut. Tiba2, sesuatu yg menyesakkan dada terlihat di depan mata. Seorang perempuan muda berbaju kumal tiba2 datang makan sisa2 somay yg berada di meja sebelahku. Lalu, cepat2 ia menyeruput teh botol yang juga tersisa. Tak sampai hati aku melihatnya.

Sembari berjalan ke tempat kerja, pemandangan mengenaskan itu terus membayangiku..:(

Ah, kemiskinan selalu saja menampar dimana-mana. Kemiskinan ini bukanlah sekedar di atas kertas. Ia secara telanjang menampar kita, bukan hanya di lampu merah, pinggir jalan ataupun pinggiran kali. Ia juga bercokol di sekitar kita, menjadi tetangga di lingkungan kita. Mungkin kita yg tidak tahu saja. Agaknya, kita semua harus bekerja lebih keras untuk menghadapi persoalan ini dengan cara kita masing2. Memajukan martabat kemanusiaan manusia agar lebih layak dalam kehidupan…

Leave a Reply