on the right track?
Monday, June 16th, 2008kehidupan di tanah air tampaknya makin sulit. pengemis &
pemulung, tampaknya makin banyak. keluhan sopir taksi, desah kegelisahan sopir
bajaj terasa benar seperti getaran bajaj-nya. jalan becek, berlubang, lalu
lintas semrawut. hati menjadi cepat panas, ledakan kemarahan dgn cacian adalah
hal yg lumrah dijumpai.
kadang2 ada perasaan tak berdaya melihat situasi sekarang. ada kebuntuan.
tetapi, seperti biasanya rakyat kecil akan menemukan jalannya sendiri. namun,
apakah jalan itu kemudian begitu ekstrem melalui kematian? seperti ibu
mengandung yg meninggal di makasar, atau penyapu jalanan di bogor yg juga mati kelaparan. seharusnya
memang tdk seperti itu.
gelisah, itu pasti. aku membayangkan, kapan negeri kita ini bisa
mendapatkan tingkat kesejahteraan seperti negara2 maju di eropa. seperti yg aku
jumpai, mereka mempunyai kualitas hidup yg tinggi.
dulu aku bermimpi bisa melakukan sesuatu yg besar sesudah pulang, jauh2 dari belajar.
asketisme intelektual, aku sering menyebutnya begitu. namun, ternyata memang
tdk semudah yg dibayangkan. begitu pula, tanggung jawab pribadi mesti juga
diperhatikan disamping tanggung jawab sosial.
namun, rasanya aku masih mengarah kesana. mencoba memahami & berpraksis
pada dual track, ekonomi rakyat & ekonomi kapital. Pertentangan kelas mesti
dihindari. dua2nya mesti dikembangkan & saling mendukung. kini jalan kedua
yg coba diselami. keynes-pun seorang yg memahami keduanya aku rasa, sehingga
dia bisa membangkitkan ekonomi Eropa yg begitu terpuruk.