Archive for July, 2008

Perjalanan Waktu

Friday, July 25th, 2008

apakah ada yg berubah dalam diriku? pasti iya & ada yg tidak. soal arah yg ingin dicapai ataupun keinginan yg pengen diraih, rasanya tidak terlalu. bahkan mungkin semakin konkret. sesuatu yg ingin aku wujudkan dlm kurun waktu tertentu. kini, aku menuju ke arah sana. aku optimis, aku bisa mencapai itu. tanggung jawab sebagai seorang suami, ataupun tanggung jawab sosial.

mungkin warna-warni perjalanan yg kini semakin majemuk, ini yg pasti membuat horison berpikirku menjadi lebih luas. ini yg mungkin berubah. kita harus selalu belajar. kita harus selalu terbuka pada berbagai pandangan baru. menjadi semakin kaya terhadap berbagai macam perspektif. perubahan dalam hal ini pasti terjadi.

yg mesti digarisbawahi & tak boleh dilupakan, kita mesti membangun kompetensi. dimensi horisontal & vertikal mesti dijalankan. terlalu berat pada horisontal membuat kita tidak mengerti apa yg terjadi sebenarnya, karena yg kita mengerti terlalu sumir. terlalu vertikal membuat kita menjadi picik & tak tau apa yg terjadi sebenarnya, karena kita hanya memakai kacamata kuda. keseimbangan horisontal & vertikal akan membuat kearifan sekaligus peran pemecah persoalan (problem solver).

kedua dimensi itu kini sedang aku racik utk menjadi jati diriku. sesuatu yg membuat aku nyaman. sesuatu yg juga layak & berharga untuk diperjuangkan. sekaligus aktualisasi untuk menjadi diri sendiri, bahkan tanpa harus menggantungkan nasib pada orang lain. soal butuh keberanian & perjuangan, itu pasti. "brave the new world !!!!!!"

puisi ini, kini terasa nyaring dihatiku & begitu kumaknai:

…….."Kami mau :
Jantung hidup,
Darah merah,
Dendang lantang
Pukulan nadi
Yang menderas napas,
Kian deras, hingga balapan
Dengan tanggapan
Otak dan hati,
Otak dan hati sendiri.

Kami benci keindahan kuda pingitan
Yang licin bulunya dan putih,
Hidup dari persediaan.

Kami ingin :
Kuda liar ditengah padang,
Yang deras melepas mau hatinya,
Biar tertarung, biar patah, biar mati,
Berani menjuang nasib,
Merebut kemujuran
Dalam sanggup bangkit kembali,
Dengan tenaga sendiri,
Untuk turun – naik gunung … berlari,
Masuk keluar lembah … berdiri,
Mendesak ke cakrawala
Dengan kemauan yang mendidih,
Haus baru, lapar baru
Bebas memilih hidup dan mati,
Mana suka : Jiwa pelopor"……

semoga jalan yang aku tempuh benar2 diberkati oleh Tuhan. semua yg aku miliki adalah dari kemurahan-Nya. tidak boleh ada kesombongan, kita tidak mempunyai hak sama sekali untuk sombong. pemberian itu mesti disikapi dengan tanggung jawab. pemberian yg lebih, harus disikapi dengan tanggungjawab yg lebih pula. semoga aku akan lebih bertanggungjawab.