Tegar

June 25th, 2006 by budidab

di sini ketegaran teruji
tanpa banyak kata

keluh pun sirna

ketetapan telah dikumandangkan
rajawali, mendatangi matahari

tegar laksana karang

badai tlah jenuh menghadang
topan pun lelah menderu
rintangan tlah diketawakan

dada ini tlah berkobar
bara api keabadian
kesetiaan, kesabaran dan cita-cita
lebur dalam sanubari

21 april’03

Ketetapan

June 23rd, 2006 by budidab

usai kehabisan energi menulis tugas esai (yg juga tdk maksimal!!!), akhirnya terlelap dlm buaian mimpi. bangun2 kayaknya kok smuanya jadi lebih ringan…:-)

browsing2, eh dapet beberapa puisi yg aku buat dulu. selalu tersimpan kenangan disitu. ada juga yg tentang pergolakan pemikiran. ah, ingatan jadi  mengembara. 

puisi ini lebih condong pada pergolakan pemikiran. mencoba memekatkan komitmen, meneropong masa lalu (praise to Pram!!), menggali semangatnya Chairil Anwar & Rendra, terinspirasi  dr Saksi Mata-nya Seno Gumiro, dan (tentu  saja) buah  dr renungan.

aku upload disini biar gak ilang & bisa aku baca dimanapun (thanks to the information technology). kalo ada yg mau baca juga silahkan, tapi tau sendiri namanya juga baru belajar..hehehe

Ketetapan

Tlah kutorehkan harapan
Dalam suramnya kelam dan gelapnya malam
Para durjana tlah mencuri kejernihan
Yang tersisa gemeletuk gigi, kutuk dan sumpah serapah
Sebuah bangsa yang terluka

Pekatnya petaka terkadang membuat jerih
Tersuruk di kegelapan membuat batin menjerit
Mengapa lorong ini seakan tak ada ujung
Apakah kutuk tlah Kau lantangkan ?

Tak terbilang kuhitung waktu
Masa silam aku tengok
Aduh, perih benar
Mengapa seakan tiada berhenti ?!

Aku melihat air mata darah mengucur
Ia terus mengucur
Oh Tuhan. !! Ia tlah membasahi kakiku

Banjir air mata darah !!
Banjir air mata darah !!!!

Apakah benar laknat tlah Kau semburkan ?!
Lalu apa arti keberadaan kami ?
Seberapa jauh bisa melawan kenyataan kehidupan ?
Benarkah hidup hanya menunda kekalahan ?

Rasanya aku tak peduli
Hidup bukan persoalan menang kalah
Hidup adalah perjuangan memburu makna
Hidup adalah mencuri
Menghembuskan napas harapan
Memberi ruang pada kejernihan
Sebelum waktu merenggut

Dini hari, 28 Des’ 02
Dalam malam yang gelisah

Menjadi Manusia & Misteri Kehidupan

February 26th, 2006 by budidab

jumat malam aku ngeliat Manufacturing Consent-nya Chomsky (katanya, the most important public intellectual in the world), film yg bagus banget. isinya memang agak sophisticated, namun diurai sehingga mudah dicerna. ada satu ungkapan yg secara sederhana menyentuh bagiku, “menjadi seorang manusia”. ya…. “menjadi manusia” (to be a human).

apa yg dicari ketika kita, katakanlah, memperjuangkan sesuatu yg kita anggap berharga yaitu kebenaran, kebaikan, keadilan, dll. ada satu pertanyaan yg sering mengguncang hatiku ketika dilanda kegamangan, “untuk apa?”. toh tdk ada kepentingan pribadi yg secara langsung didapat, jadi “untuk apa semua ini?”. pertanyaan ini terinspirasi dr refleksi jalan salib dlm madah bakti.

dlm tradisi katolik, ada sebuah litani/prosesi utk menghayati sengsara Kristus menuju penyaliban yg dinamakan “jalan salib”. ilustrasi film yg bagus menggambarkan proses ini adalah “The Passion of The Christ”. film ini mengguncangkan hati karena kekejaman & deraan diperlihatkan secara telanjang, proses sengsara Kristus yg begitu hebat. sebuah pengorbanan yg sangat besar, seorang yg mengorbankan nyawa utk sahabat2nya.

salah satu inti dr refleksi jalan salib adalah pengorbanan. tapi, betapa menyakitkan ketika kita ditanyai “untuk apa?” dg semua pengorbanan itu. “untuk apa semua ini?”. rasanya sulit sekali menjawab ini, tentu aku tak berani membandingkan dg apa yg dilakukan Kristus.

tp rasa2nya, setelah mencermati chomsky, makin jelas pertanyaan itu bisa dijawab. “untuk menjadi manusia”, mungkin ini jawaban yg tepat. ya, “menjadi manusia”. seorang manusia yg tdk mau menumpulkan & mengkhianati hati nuraninya. sebenarnya, “seorang manusia biasa”. tidak kurang & tidak lebih.

hanya saja, ketika ia berada di lingkungan manusia2 yg telah “menumpulkan hati nuraninya”, maka ia menjadi “luar biasa”. dg demikian gandhi, munir, martin luther king, romo mangun, pramudya ananta toer, dll adalah “manusia biasa”. tdk ada yg luar biasa dr mereka. hanya saja, lingkungan mereka yg “luar biasa”.

btw, sabtu aku ketemuan dg temen dr brasil. aku ngajak ngobrol dg dia krn aku melihat pandangan2 dia yg mengesankan, lalu aku ingin membicarakan tentang proyeksi lembaga think tank intelijen amerika yg memproyeksikan brasil & indonesia akan menjadi kelompok kedua negara terbesar di dunia pd tahun 2020. pandangan2 sahabat ini memang jernih & tajam. ia melihat dr sisi lain yg agak mengejutkan bagiku.

ternyata ia pernah terlibat dlm world citizen assembly. wuah, padahal dulu aku menulis artikel tentang apa yg dihasilkan dr pertemuan itu di kompas. tentang tanggung jawab manusia dlm jagat global. sayang aku tdk ikut secara langsung pertemuan itu. stelah aku tau tentang hal ini, udah deh semuanya langsung menjadi makin cair krn visinya ternyata tak jauh berbeda. pembicaraan tentang arah komunitas yg kita buat makin terasa gamblang & optimis..:)

perjumpaan yg tdk terduga ini memang sebuah misteri. kadang2 kita tak sadar dg itu. tentang ini aku banyak belajar dr celestine prophecy-nya redfield. buku new age itu membuatku menyadari kembali tentang eksistensi Tuhan. tahun 98-an aku benar2 diguncang oleh pemikiran nietzche, marx, sartre dan (terutama materialisme historis) feuerbach. berbagai suasana waktu itu memang mendukung. melawan soeharto & mengikuti pemikiran mengembara yg membutuhkan alternatif yg “keras”. keluar dr ortodoksi pemikiran yg telah dicemari dg ketakutan & ketertaklukan.

dr celestine prophecy aku menyadari, tdk semua hal bisa dirasionalitaskan. rasa keindahan misalnya memandang merekahnya mentari, rasanya sulit dirasio. peristiwa yg tak terduga, ketemu dg orang2 yg kita temui jg sulit dirasio. apakah itu kebetulan, atau ada sesuatu yg dibalik itu? jatuhnya soeharto juga merupakan hal yg tak terduga oleh siapapun sebelumnya.

lalu, apakah kita perlu jerih utk melangkah ke depan? mungkin rasa takut boleh ada krn kita manusia, tp tetap saja kita harus melangkah ke depan. selalu ada hal2 yg akan membantu kita, meski kita saat ini tdk tahu. harapan adalah hal yg paling radikal yg dimiliki oleh orang beriman. seperti secara sederhana diungkapkan oleh de mello, “semua akan menjadi baik….semua akan menjadi baik….segala sesuatunya akan menjadi baik”

Courage, Serenity & Learn

February 14th, 2006 by budidab

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference. Reinhold Niebuhr

Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever. Mahatma Gandhi

Latah dg Valentine

February 13th, 2006 by budidab

Ikutan latah dengan Valentine’s Day, iseng2 dapet syairnya lagu Ebiet G Ade yg rasanya pas dengan hari ini. Aku percaya bahwa “cinta” adalah salah satu anugerah keindahan terbesar yg diberikan Tuhan. …;0)

klik lagu di http://sg.geocities.com/mn_ebiet04/rama/nyanyiankasmaran.ram

NYANYIAN KASMARAN
By : Ebiet G Ade

Sejak engkau bertemu lelaki bermata lembut
Ada yang tersentak dari dalam dadamu
Kau menyendiri duduk dalam gelap
Bersenandung nyanyian kasmaran
Dan tersenyum entah untuk siapa

Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang
Kau pahat langit dengan angan-angan
Kau ukir malam dengan bayang-bayang

Jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung
Malam yang kau sapa lewat tanpa jawab

Bersikaplah jujur dan tebuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta
Yang panas bergelora

Barangkali takdir tengah bicara
Ia diperuntukkan buatmu
Dan pandangan matanya memang buatmu

Mengapa harus sembunyi dari kenyataan
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga

Bergegaslah bangun dari mimpi
Atau engkau akan kehilangan
Keindahan yang tengah engkau genggam

Anggap saja takdir tengah bicara
Ia datang dari langit buatmu
Dan pandangan matanya khusus buatmu

Emang Susah Jadi Orang

February 10th, 2006 by budidab

hari ini aku ikut kelas tentang pengaruh neoliberalisme di rusia. krn yg ngasih kuliah orang rusia, emosi & perasannya hanyut. me-ledak2. bayangkan, indonesia yg begitu kita cintai pecah menjadi belasan negara, trus stelah itu kita diminta presentasi tentang pecahnya indonesia. pasti subyektifitas sulit utk ditepis. dan memang, pasti rasanya juga perih & getir sekali…:(

cuma agak lucu juga yg ngasih materi ini, meledak2 mengejutkan orang & kadang menyebut angka kebalik2…:)

tapi melihat negara yg begitu besar & terasa seram krn politbiro, polisi rahasia, ketertutupan, kerja paksa bagi pembangkang, kemudian lumer rasanya membuat merinding. apalagi mendengar proses yg terjadi…:(

aku di kelas ini memang terbantu utk memahami apa yg terjadi di dunia. mataku terbuka. dan yg membuat aku terkesan, waktu kelas tentang asia timur. gile bener, si richard robison emang jago benar. aku tau apa yg dimaksud dengan kepakaran. utk memahami bangun & jatuhnya asia timur dia jelasin kurang dr 2 jam!!! padahal utk memahami itu aku harus baca banyak banget paper atau buku…

btw, hari ini ada rasa masgul di hati. aku percaya kalo orang hidup harus ada gunanya, kalo nggak ada gunanya gak usah hiduplah. terutama berguna utk orang lain. aku percaya yg lebih penting adalah memberi daripada menerima. tidak peduli punya banyak atau sedikit. memberi bukan persoalan kita punya banyak atau sedikit, tapi ya persoalan kemauan memberi..:)

hanya saja, ketika kita selalu mencoba membantu bila diperlukan atau mensharingkan sesuatu yg dirasa berguna, namun kemudian ditanggapi dengan sikap begitu dingin, lalu apa yg dilakukan?

hehehehe… mungkin aku yg salah saja…:) terlalu bersemangat..huahahahaha
tapi emang sih, sesuatu yg dimaksudkan baik belum tentu akan mendapat tanggapan baik…hehehehe atau, mungkin juga aku dianggap sok puiiiinter, sok tahu & mengganggu..hehehehe padahal sebenarnya aku gak ada apa2nya….hehehe yach, sudahlah…:)

kalo kaya gini aku jadi ingat ungkapan di jakarta…..”wuah, emang susah jadi orang!!!”

Pergi untuk Kembali

February 10th, 2006 by budidab

Walaupun langit pada malam itu
Bermandikan cahaya bintang
Bulan pun bersinar, betapa indahnya
Namun menambah kepedihan

*
Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu
Berikanlah senyuman padaku….

*
Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi tak kan lama
Hanya sekejab saja ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti…

Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu
Berikanlah senyuman padaku….

Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi tak kan lama
Hanya sekejab saja ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti…

By : Ello

Exhausted…

February 8th, 2006 by budidab

hari ini bener2 melelahkan. ikut 3 kelas. kelas pertama tentang pengaruh neoliberalime di afrika. aku bener2 tercekat dg situasi di afrika. aku ingat beberapa tahun lalu ikut diskusi tentang rusia. pecahnya rusia & pengaruh neoliberalime membuat negara itu terpuruk hingga jauh lebih buruk dr perang dunia kedua.

apa yg aku rasakan gak jauh beda. sebuah kontinen/negara yg begitu sulit, bahkan utk menaruh harapan utk masa depan…:( aku merasa ngeri…:(

utk diskusi sore tentang east asian miracle untung gak jadi. kelas ketiga bener2 udah lelah. tapi, malam aku masih presentasi tentang mencari alternatif neoliberalisme. perdebatan & diskusinya asik, di gondelstraat.

pulang udah hampir jam 12 malam. capek banget, tp kok gak ngantuk ya…:) makanya iseng2 menulis blog..hehehe

Puyeng

February 5th, 2006 by budidab

Dari tadi mencoba mencari pemikiran alternatif yg akan aku diskusikan ke temen2 amerika latin kok kepala tetep macet, sampe puyeng kepalaku. makin aku ngobrol dg temen2 amerika latin, makin aku sadar kenapa pemikiran2 kritis & tajam banyak tumbuh subur di sana. adrenalinku langsung naik kalo diskusi dg mereka. makanya, aku musti nyiapain sesuatu yg kokoh. tp udah jam 1.30, tetep aja masih macet sampe kepala jd berat banget. mencoba berpikir independen memang tdk mudah.

gile bener, makanya “melarikan diri” refresing nulis blog aja…hehehe

hari ini aku ke roterdam, liat pameran buku. pengen banget nyari bukunya Umberto Eco, The Name of the Rose sama The Island of the Day Before. wah, sayang banget nggak ada…hiks..hiks… ada yg lain, aku udah gak mood. stelah itu, aku nyari 100 Years of Solitude. katanya Bill Clinton kalo baru menghadapi persoalan2 yg begitu berat, ia kadang2 membaca buku itu. wah, aku jadi pengen tau isi bukunya. sayang, buku itu juga gak ada. pengalamanku sih, kalo dilanda kayak gitu aku suka baca Bumi Manusia atau Jejak Langkah-nya Pram kalo enggak kadang baca cerita2 pendeknya Anthony de Mello. rasanya, membantu banget…:)

tp yg jelas hari ini menyenangkan. ketemu temen2 dr amsterdam juga. ya udah deh, akhirnya beli buku macem2 yg gak tak rencanain.

tapi, sayang aku tadi membuat kekhilafan. sampe sekarang aku masih merasa bersalah pada temenku yg di roterdam. sory ya pren kalo aku salah…:(

……eh, tiba2 aku jadi ingat ini “Small people talk about people, average people talk about events, great people talk about ideas.” - Fred Harteis

udah deh, ngelantur terus yg nggak jelas juntrungnya… ngelanjutin nulis lagi yg tadi ah……….:)

Lingkaran

February 3rd, 2006 by budidab

kini kami berkumpul
esok kami berpencar
berbicara tentang kehidupan
berbicara tentang kebudayaan
berbicara tentang ombak lautan
berbicara tentang bintang di langit

kami berbicara tentang Tuhan
berbicara tentang kesejatian
tentang apa saja

malam boleh berlalu
gelap boleh menghadang
disini kami tetap berdiri
disini kami tetap berpikir
disini kami tetap berjaga
disini kami tetap waspada

disini kami membuka mata
disini kami slalu mencari
kesejatian diri

alang-alang bergerak
mata kami berputar
seperti elang kami melayang
seperti air kami mengalir
seperti mentari kami berputar
seperti gunung kami merenung

di lingkaran kami berpandangan
di lingkaran kami mengucapkan
aku cinta padamu
aku cinta padamu

Lirik : Sawung Jabo
Vokalis : Sawung Jabo & Iwan Fals